Kegiatan Anti Bosan Di Rumah Selama Pandemi Corona, Jangan Mati Gaya!

Di luar tugas-tugas akademik, guru harus mampu berkreasi memberikan berbagai tugas berupa pembiasaan sehari-hari. Mulai yang ringan dan dilakukan sendiri hingga dilakukan bersama-sama. Hal ini bisa diajarkan kepada anak-anak PAUD, TK, dan siswa SD kelas rendah. Yang seharusnya mereka bisa bersosialisasi, belajar dan bermain bersama teman-temannya, tapi mereka kini hanya menatap layar gadget selama berjam-jam. Lantas apa saja kiat untuk membangkitkan semangat anak selama school from home?

Marilah kita sebagai guru yang digugu dan ditiru, tidak ikut andil dalam menciptakan siswa – siswa bermasalah, tetapi lebih dari itu paling tidak mari beri hati kita saat kita harus menghadapi siswa – siswa yang membutuhkan pendampingan kita. Guru juga mempunyai andil yang tidak sedikit terjadinya pelanggaran – pelanggaran siswa membolos. Banyak kejadian siswa tidak ikut pelajaran karena pelajarannya membosankan atau tidak suka dengan gaya mengajar gurunya yang itu- itu saja. Guru harus mampu membuat pembelajaran menarik dan tidak membosankan.

Meskipun guru sudah berusaha merancang pembelajaran sedemikian sederhana, dan mengupayakan dengan berbagai media agar lebih interaktif, namun semangat belajar siswa tidak kunjung meningkat. Bentuk resistensi lain dari kejenuhan belajar juga mengakibatkan proses pembelajaran tidak berjalan efektif sebagaimana diharapkan. Pembelajaran daring dimana sebagian besar aktivitas belajar berada di ruang-ruang digital memiliki ragam keterbatasan. Setiap hari peserta didik Bandar Slot Online harus terserap layar ponsel demi mengikuti proses belajar melalui berbagai aplikasi yang disediakan sekolah. Kelas daring yang minim interaksi, dengan tidak semua guru terampil mendayagunakan teknologi sebagai media belajar kreatif sudah cukup membuat peserta didik jenuh. Bagi siswa perfeksionis dan idealis, akan sangat kecewa, merasa terbebani dan stress bila materi yang disampaikan guru tidak mampu dipahami sehingga membuat tugas akademiknya bertambah-tambah.

Buat Anda yang punya jiwa petualang, bisa mencoba hobi fotografi maupun hobi bercocok tanam. Memasak juga menjadi contoh kegiatan positif di rumah yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Asalkan Anda mengikuti resep dengan teliti, masakan yang dihasilkan pun dijamin enak. Retno mengatakan sangat penting bagi guru-guru bimbingan konseling di sekolah untuk aktif memantau kesehatan mental anak-anak selama pandemi. Kamal mengaku prihatin dengan kondisi ini karena ia melihat semangat belajar anaknya yang menurun.

Mengatasi rasa bosan terhadap anak-anak ketika sekolah online

Jika minggu pertama di ruang tamu, maka minggu berikutnya pindah ke halaman belakang. Apabila anak sudah sering menggunakan papan putih dan spidol hitam, maka gantilah spidolnya dengan warna berbeda yang bervariasi. Ternyata mudah kan Bunda tips-tips menghadapi anak yang bosan di dalam kelas. Tapi tidak ada salahnya kita mencoba dan berusaha untuk menjadi pengajar / pendidik yang lebih baik dan cerdas. Hingga saat ini, korban yang terkonfirmasi positif Covid 19 masih terus bertambah, artinya pandemi belum berakhir. Begitu juga dengan himbauan pemerintah, masih terus mengalami perubahan pada perpanjangan waktu untuk tetap belajar dirumah.

Jika hal tersebut dilakukan maka siswa akan selalu antusias mengikuti pembelajaran sehinggan perasaan bosan dan jenuh bisa dihindari. Penggunaan teknologi dalam menyelesaikan tugas pada siswa, juga dapat menimbulkan kreativitas dikalangan siswa dalam mengembangkan pengetahuan yang telah mereka miliki. Libur dalam arti bukan untuk liburan melainkan mengganti proses belajar yang biasanya dilakukan dengan cara konvensional, diganti dengan belajar daring.

Pendidik harus mampu menyusun strategi pembelajaran secara efektif di period new normal, hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kejarpena Epin SupiniSangat besar kemungkinan terjadinya kebosanan karena mereka tidak suka dengan pelajarannya. Atau bisa jadi karena guru yang mengajarnya tidak menyenangkan.

Jika kompetensi guru sudah level2, maka guru akan mampu menyiapkan sistem belajar, silabus dan metode pembelajaran dengan pola belajar digital atau online. Persebaran virus Corona yang massif di berbagai negara, memaksa kita untuk melihat kenyataan bahwa dunia sedang berubah. Kita bisa melihat bagaimana perubahan-perubahan di bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan di tengah krisis akibat Covid-19.

Begitu pula anak-anak dengan kegiatan belajar dari rumah mereka. Waktu bermain bersama teman-teman sebagai pelepas lelah pun tidak bisa dilakukan, dan digantikan dengan kegiatan di rumah bersama keluarga dan orang tua. Sektor pendidikan yang juga terdampak mengakibatkan ditutupnya sekolah-sekolah untuk mencegah penyebaran virus korona sehingga pelaksanaan pembelajaran beralih tanpa tatap muka, melainkan dengan daring atau on-line. Kegiatan belajar daring menggunakan fasilitas web atau PJJ tentunya menjadi aktivitas baru bagi anak-anak, terutama orang tua di rumah. Oleh karena itu, pendidikan dan pengajaran merupakan dua hal penting yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia.

Materi pembelajaran yang diberikan juga harus bervariasi untuk meminimalisir rasa bosan dan jenuh. Tidak dapat dipungkiri menjalani Pembelajaran Jarak Jauh selama setahun pandemi Covid-19 mulai menimbulkan kejenuhan, baik bagi peserta didik, guru maupun orang tua yang mendampingi. Ketika harus mengerjakan kegiatan atau mata pelajaran yang lebih sulit, pertimbangkan untuk menyisihkan waktu lain untuk mengerjakan tugas tersebut. Sehingga, perlu adanya fleksibilitas dalam mengatur waktu untuk melakukan rutinitas agar kegiatan anak bisa tetap on-track sesuai dengan jadwal yang biasanya dijalani.

Fumi